BRS Agustus 2020 — Perekonomian Jakarta Terhempas ke Titik Terendah - Badan Pusat Statistik Kota Jakarta Selatan

Para aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat publik di BPS Kota Jakarta Selatan  tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun

Kami Informasikan bahwa terdapat perubahan dan pembaruan data dalam edisi terbaru buku Kota Jakarta Selatan Dalam Angka Tahun 2025 Volume. 34. Silahkan download versi terbaru yang telah diperbarui. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih

BRS Agustus 2020 — Perekonomian Jakarta Terhempas ke Titik Terendah

BRS Agustus 2020 — Perekonomian Jakarta Terhempas ke Titik TerendahUnduh Berita Resmi Statistik
Tanggal Rilis : 3 Agustus 2021
Ukuran File : 1.53 MB

Abstraksi

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya untuk menahan laju penyebaran Covid-19 hampir menghentikan seluruh aktivitas masyarakat dan berdampak demikian besar pada kinerja ekonomi, bahkan merambah hingga kegiatan sosial. Pada triwulan II/2020 pertumbuhan ekonomi Jakarta (y on y) kontraksi minus 8,22 persen. Angka ini adalah yang terendah selama kurun waktu 10 tahun terakhir, meskipun tidak sedalam saat krisis ekonomi tahun 1998.

Pariwisata menjadi sektor yang pertama kali terdampak atas kebijakan tersebut. Hal ini terlihat dari nilai tambah sektor hotel, restoran, transportasi, dan jasa lainnya yang terkontraksi sangat dalam. Setelah itu diikuti oleh sektor industri pengolahan dan konstruksi yang juga turut mengalami kontraksi. Lebih lanjut, melemahnya kinerja pada sektor-sektor tersebut berimbas pada terkontraksinya kinerja sektor Perdagangan. Hal tersebut dikarenakan turunnya permintaan bahan baku dan penolong.

Penurunan kinerja perekonomian tersebut telah melemahkan daya beli masyarakat dan menyebabkan menurunnya konsumsi rumah tangga. Tingkat inflasi yang terkendali dengan baik tidak cukup mampu mengimbangi penurunan pendapatan masyarakat, sehingga pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) terkontraksi cukup dalam sebesar minus 5,23 persen (y-o-y)dan tidak mampu lagi menjadi penggerak perekonomian Jakarta.

Lebih lanjut, melemahnya agregat permintaan secara total menginspirasi pelaku usaha untuk menunda investasi. Hal ini menyebabkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) terkontraksi dalam sebesar minus 10,36 persen (y-o-y). Selain itu, sebagai bagian dari masyarakat global yang terdampak Covid-19, tekanan kepada perekonomian DKI Jakarta juga datang dari luar terkait menurunnya arus barang dan jasa yang keluar masuk Jakarta.
Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan (Statistics of Jakarta Selatan Municipality)Jl. Tanjung Barat Raya No.65 Pejaten Timur Pasar Minggu

 Jakarta Selatan

Telp (021) 27872810 Faks (021) 27872812

Email : bps3171@bps.go.id

logo_footer

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik